Senin, 18 November 2019

SIKLUS MICROTEACHING




SIKLUS MICROTEACHING

Mikroteaching merupakan kegiatan pengajaran dan evaluasi yang berbentuk siklus yang pendek tetapi komplit (Peker, 2009:873). Theo Hug dalam Sukirman (2012:95-96) mengatakan bahwa :” untuk memperoleh tingkat kecakapan yang diharapkan maka program microteaching, di desain secara terstruktur dan sistematis dalam bentuk cyclical model. Cyclical model adalah proses latihan yang dilakukan secara berulang-ulang sampai diperoleh penguasaan yang maksimal dari setiap jenis keterampilan yang dilatihkan. Pengulangan akan meningkatkan derajat keterampilan yang dilatihkan. Pengulangan juga dapat memperkuat daya
Secara umum, siklus microteaching terdiri atas enam langkah. Keenam langkah microteaching terdiri atas: (1) plan; (2) teach (3) feedback; (4) re-plan; (6) re-feedback.
Step in micro – Teaching Cycle
 





     A.   Plan
Rencana (plan) dengan memperhatikan beberapa hal berikut :
1.      Memilih keterampilan mengajar (teaching skills)
Keterampilan mengajar adalah salah satu indikator kemampuan seorang guru. Ada setidaknya 7 komponenketerampilan mengajar
Seperti (1) keterampilan bertanya,(2)  keterampilan memberi motivasi, (3) keterampilan mengadakan variasi, (4) keterampilan menjelaskan, (5) keterampilan membuka dan menutup pelajaran, (6) keterampilan membimbing diskusi kelompok kecil,(7) keterampilan mengelola kelas.
2.      Menyusun microplanning
Microplanning lebih dikenal dengan istilah RPP (rencana pelaksanaan pembelajaran). Microplanning perlu disusun secara sistematis, yang memancing peran aktif siswa sesuai dengan bakat, minat dan perkembangan siswa.

   B.  Teach
Mengajar (teach) merupakan tahap kedua setelah merencanakan (plan) dalam siklus mikcroteaching. Saat mengajar, teacher trainee harus benar-benar berperan sebagai seorang guru. Ia harus menyadari bahwa kualitas pembelajaran sangat bergantung pada kualitas guru. 



C. Feed back 

Feedback (umpan balik) merupakan tahap ke-3 dari siklus microteaching. Feedback sangat diperlukan dalam program microteaching karena menurut Johnson dalam Suratiknya (1995:21), umpan balik dari orang lain yang terpercaya dapat meningkatkan pemahaman diri seseorang, yakni membuat seseorang sadar pada aspek-aspek diri dan konsekuensi-konsekuensi perilaku yang tidak pernah disadari sebelumnya. Fase feedback dapat menjadi moment untuk mengidentifikasi kekurangan atau kelemahan praktikan. Kekurangan atau kelemahan yang terungkap atau disadari diri sendiri dapat menjadi dorongan untuk memperbaiki kekurangan.

      D.  Re-Plan, Re-Teach, dan Re-Feedback
Re-plan, re-teach dan re-feedback merupakan tahap ke-4, ke-5, dan ke-6 siklus mikroteaching. Tahap-tahap tersebut bisa terus berlanjut membentuk lingkaran apabila memang diperlukan. Re-Plan atau perencanaan ulang merupakan tahap pembuatan kembali rencana pelaksanaan pengajaran. Rencana pengajaran dibuat berdasarkan hasil tahap feedback sebelumnya. Hasil diskusi dalam proses feedback dimanfaatkan untuk memperbaiki rencana pengajaran agar praktik pengajaran berikutnya menjadi lebih baik. Re-teacher trainee mempraktikkan penampilan dalam mengajar atau pengajaran ulang merupakan tahap untuk mengulang pengajaran mikro. Tahap ini merupakan implementasi atas perencanaan ulang yang dibuat. Re-Feedback atau umpan balik ulang merupakan tahap pemberian masukan atau informasi atas pengajaran yang baru dilakukan.

Sumber :
Arnawi, Arifin.2016.MicroTeaching.Jakarta:Ar-ruzz

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

"MEMBONGKAR RAHASIA MERAIH BEASISWA LPDP"

RESUME KEGIATAN SEMINAR NASIONAL TALK SHOW BEASISWA LPDP   Gambar 1. Saat Kegiatan Talk Show berlangsung   Gambar 2. Salah satu A...