SIKLUS MICROTEACHING
Mikroteaching merupakan kegiatan pengajaran dan evaluasi yang
berbentuk siklus yang pendek tetapi komplit (Peker, 2009:873). Theo Hug dalam
Sukirman (2012:95-96) mengatakan bahwa :” untuk memperoleh tingkat kecakapan
yang diharapkan maka program microteaching,
di desain secara terstruktur dan sistematis dalam bentuk cyclical model. Cyclical model adalah proses latihan yang dilakukan
secara berulang-ulang sampai diperoleh penguasaan yang maksimal dari setiap
jenis keterampilan yang dilatihkan. Pengulangan akan meningkatkan derajat
keterampilan yang dilatihkan. Pengulangan juga dapat memperkuat daya
Secara umum, siklus microteaching terdiri atas enam
langkah. Keenam langkah microteaching terdiri
atas: (1) plan; (2) teach (3) feedback; (4) re-plan; (6) re-feedback.
|
Step in micro –
Teaching Cycle
|
|
|
|
|
A.
Plan
Rencana (plan) dengan memperhatikan beberapa hal berikut :
1.
Memilih keterampilan mengajar (teaching skills)
Keterampilan mengajar adalah salah satu indikator kemampuan seorang guru.
Ada setidaknya 7 komponenketerampilan mengajar
Seperti (1) keterampilan bertanya,(2)
keterampilan memberi motivasi, (3) keterampilan mengadakan variasi, (4)
keterampilan menjelaskan, (5) keterampilan membuka dan menutup pelajaran, (6)
keterampilan membimbing diskusi kelompok kecil,(7) keterampilan mengelola
kelas.
2.
Menyusun microplanning
Microplanning lebih dikenal
dengan istilah RPP (rencana pelaksanaan pembelajaran). Microplanning perlu
disusun secara sistematis, yang memancing peran aktif siswa sesuai dengan
bakat, minat dan perkembangan siswa.
B. Teach
Mengajar (teach) merupakan tahap kedua setelah merencanakan (plan) dalam siklus mikcroteaching. Saat mengajar, teacher trainee harus benar-benar
berperan sebagai seorang guru. Ia harus menyadari bahwa kualitas pembelajaran
sangat bergantung pada kualitas guru.
Feedback (umpan balik) merupakan tahap ke-3 dari siklus microteaching. Feedback sangat
diperlukan dalam program microteaching
karena menurut Johnson dalam Suratiknya (1995:21), umpan balik dari orang lain
yang terpercaya dapat meningkatkan pemahaman diri seseorang, yakni membuat
seseorang sadar pada aspek-aspek diri dan konsekuensi-konsekuensi perilaku yang
tidak pernah disadari sebelumnya. Fase feedback dapat menjadi moment untuk
mengidentifikasi kekurangan atau kelemahan praktikan. Kekurangan atau kelemahan
yang terungkap atau disadari diri sendiri dapat menjadi dorongan untuk
memperbaiki kekurangan.
D. Re-Plan, Re-Teach, dan Re-Feedback
Re-plan, re-teach dan re-feedback merupakan tahap ke-4, ke-5, dan ke-6 siklus mikroteaching. Tahap-tahap
tersebut bisa terus berlanjut membentuk lingkaran apabila memang diperlukan.
Re-Plan atau perencanaan ulang merupakan tahap pembuatan kembali rencana
pelaksanaan pengajaran. Rencana pengajaran dibuat berdasarkan hasil tahap feedback sebelumnya. Hasil diskusi dalam
proses feedback dimanfaatkan untuk
memperbaiki rencana pengajaran agar praktik pengajaran berikutnya menjadi lebih
baik. Re-teacher trainee mempraktikkan penampilan dalam mengajar atau pengajaran
ulang merupakan tahap untuk mengulang pengajaran mikro. Tahap ini merupakan
implementasi atas perencanaan ulang yang dibuat. Re-Feedback atau umpan balik
ulang merupakan tahap pemberian masukan atau informasi atas pengajaran yang
baru dilakukan.
Sumber :
Arnawi, Arifin.2016.MicroTeaching.Jakarta:Ar-ruzz
Tidak ada komentar:
Posting Komentar