Senin, 18 November 2019

IMPLEMENTASI MATA KULIAH PENDIDIKAN MASYARAKAT TERHADAP PENGEMBANGAN DIRI




1.    Mata Kuliah Komunikasi Sosial
Sebagai mahasiswa jurusan pendidikan masyarakat, setelah mempelajari mata kuliah komunikasi sosial, tentu saja bukan sekedar mencatat ataupun menyimak ketika dosen menerangkan materi komunikasi sosial saja , tetapi tugas dari mahasiswa yang paling penting dalam memahami mata kuliah ini adalah bagaimana upaya yang harus dilakukan mahasiswa untuk mengaplikasikan mata kuliah komunikasi sosial ke dalam kehidupan sehari-hari yang sesungguhnya.
Untuk bisa mengoptimalkan penyajian komunikasi kepada masyarakat, ada hal hal yang harus di perhatikan terlebih dahulu, yaitu :

Bentuk dan Teknik Penyajian Pesan 
 
A.    Struktur Pesan
Struktur pesan menunjuk pada pengorganisasian elemen-elemen pokok dari pesan. Dalam hal ini sedikitnya ada tiga hal yang perlu diperhatikan dalam pengaturan struktur pesan yakni; message sidedness (sisi pesan), order of presentation (urutan penyajian), dan conclusion drawing (penarikan kesimpulan).

1.      Message Sidedness (Sisi Pesan)
Sebagai contoh, uraian tentang alat kontrasepsi kb (misalnya iud) yang dimuat dalam sebuah brosur, bersifat “satu sisi” apabila isinya hanya menjelaskan tentang manfaat dan kelebihan dari alat kontrasepsi , tetapi apabila dalam brosur dijelaskan juga tentang efek samping yang ditimbulkan yang akan dialami oleh pemakai alat kontrasepsi, maka isi pesan tersebut yang disampaikan bersifat “dua sisi”
2.      Order Of Presentation (Urutan Penyajian)
Ada dua macam penyajian pesan menurut: climax versus anticlimax order, dan recencyand primary model.
Climax versus Anticlimax order berkaitan dengan teknik penyajian pesan yang bersifat satu sisi (one sided). Model climax order menunjuk pada cara penyusunan pesan dimana argumen terpenting dari isi pesan di tempatkan di akhir. Kalau di awal di sebut anticlimax order sementara kalau di tengah-tengah disebut piramidal order. Penggunaan ketiga macam order tergantung dari kondisi khalayak sasaran. Beberapa studi menunjukkan bahwa model primary order lebih tepat diterapkan bagi isu-isu yang “kontoversial” atau “populer” yang punya perhatian tinggi. Sementara topik-topik yang tidak begitu populer bagi kelompok khalayak sasaran yang diduga tidak punya kepentingan /perhatian model recency model dipandang lebih efektif.
3.      Drawing a Conclusion (Penarikan Kesimpulan)
Isi penjelasan tentang ide yang dikomunikasikan secara langsung dan jelas (eksplisit) dan juga dapat dilakukan secara tidak langsung (implisit). Penarikan kesimpulan secara eksplisit cocok bagi sasaran berpendidikan rendah, sedangkan bagi kelompok yang diduga pengetahuannya luas , maka implisit dipandang lebih efektif.

B.     MESSAGE APPEALS (DAYA TARIK PESAN)

Ada beberapa teknik penampilan yang dapat digunakan dalam penyusunan suatu pesan mengenai ide. Teknik-teknik tersebut, antara lain adalah : fear, (threat) appeals, amotional appeals, rational appeals, dan humor.
Fear (threat) appeals, adalah penampilan pesan yang menonjolkan unsur ancaman yang menimbulkan rasa takut. Misalnya kita akan merancang pesan tentang program KB, maka yang dapat kita tonjolkan adalah mengenai gambaran padatnya penduduk, susahnya mencari pekerjaan, kesulitan ekonomi keluarga, banyak ibu-ibu yang meninggal sehabis melahirkan.
Emotional appeals memberikan penekanan hal-hal yang bersifat emosional. Dalam upaya memberi gambaran tentang keindahan, kesedihn, kasih sayang, cinta, seksual. Yang ditonjolkan disini adalah gambaran peristiwa yang sebenarnya. Misalnya dalam Program KB, yang kita tonjolkan adalah penjelasan bahwa dengan sedikit anak, maka tidak terlalu berat biaya ekonomi keluarga.
Humor Appeals, Sifat humor dapat disajikan dalam bentuk kata-kata, kalimat-kalimat, gambar-gambar, (gambar karikatur, gambar/foto, tokoh pelawak terkenal)
Fear appeals, dipandang tepat bagi kelompok sasaran yang tidak punya pengetahuan cukup mengenai pesan yang dikomunikasikan. Lebih tepatnya mengenai cara-cara menghindari suatu ancaman atau bahaya.
Emotional appeals lazimnya lebih tepat ditujukan bagi kelompok yang mempunyai tingkat ilmu pengetahuan yang lebih tinggi.
Humor Appeals dipandang cukup efektif dalam menarik perhatian dan ingatan (rectal) .
Sumber :Sendjaja, Djuarsa. 2008. Pengantar Ilmu Komunikasi Edisi 2. Tangerang Selatan: Universitas Terbuka.

Tips Sederhana
·         USAHAKAN KETIKA BERKOMUNIKASI DAPAT MEYAKINKAN KOMUNIKAN
·         BERIKAN ANCAMAN MELALUI KATA-KATA YANG TERSUSUSN RAPI
·         BERIKAN PENEKANAN DALAM SETIAP KATA, JELAS, TRANSPARAN, TEPAT SASARAN.
·         JADILAH KOMUNIKATOR YANG HUMORIS

2      2. KEPEMIMPINAN PENDIDIKAN MASYARAKAT

      Sebagai Calon Guru, Harus Siap Menjadi Pemimpin. 
“Kepemimpinan adalah gabungan unsur-unsur kecerdasan, sifat amanah (dapat dipercaya), rasa kemanusiaan, keberanian , serta disiplin” –Sun Tzu

LAHIR SEBAGAI PEMIMPIN
Ada pandangan yang menyatakan bahwa pemimpin itu sudah disiapkan sejak dari kandungan. Alesan pertama, banyak pemimpin berasal dari keluarga biasa (Arti: tidak keturunan pemimpin besar). Namun sebuah penelitian tentang leadership mengungkapkan bahwa 60% pemimpin itu dilahirkan dan 40% diciptakan. Kedua, Setiap individu adalah pemimpin, jika tidak menjadi pemimpin satu bangsa, dia minimal bisa memimpin dirinya sendiri. Ketiga, sejak kita belum menjadi manusia dalam proses perpaduan antara sperma dan sel telur telah terjadi persaingan. Sekitar 27 juta sel sperma memperebutkan satu sel telur milik ibu kita dan pemenangnya hanya satu sel sperma. Jadi Saya, kamu, dia, kalian, mereka adalah pemimpin. 

KARAKTER PEMIMPIN
Sebagai calon guru, kita harus benar-benar menyadari bahwa kita adalah seorang pemimpin, kita harus menyadari secara total dan menerima dan menghargai itu, Ada beberapa karakter yang harus ada di dalam diri seorang pemimpin.
Tentang Waktu Mengapa masih ada guru yang terlambat tiba disekolah? Mengapa ada juga guru yang selalu datang tepat waktu? Mengapa ada guru yang selalub detik terakhir mengumpulkan RPP, Soal ujian,  dan kewajiban lainnya? Tentu jawabannya karena kurangnya kesadaran guru sebagai pemimpin. Sebagai seorang pemimpin penepatan waktu adalah segalanya. Sebelum bel berbunyi, sudah standby menuju kelas. Sudah dalam keadaan rapi dan siap-siap. Datang lebih Awal, Pulang Lebih Belakangan. Guru harus lebih ketat soal prinsip ini.
Tentang Kesiapan, seringkali ada guru yang ketika di perintah mengisi ruang kosong atau menggantikan posisi guru lain ada kata “ Tidak ada persiapan, “Terlalu mendadak” “Belum menguasai topiknya”. Kutipan tersebut merupakan contoh guru yang memilki karakter kurang kesiapan. Pemimpin harus dan harus mampu bekerja dalam berbagai situasi, dia jarang mengeluh bahkan berusaha untuk tidak mengeluh. Hal yang paling penting adalah kemauan. Mau itu berarti siap.
Tentang Aktivitas  Sebagai pemimpin, guru tidak boleh terlalu banyak menunggu tetapi menciptakan aksi, Artinya selalu proaktif, menceburkan diri dan berupaya akurat dalam penentuan waktu.
Tentang Ucapan Pemimpin apapun, dimanapun harus lembut dan tegas. Seorang guru, dia marah pada saat yang tepat, dan bermanfaat. Dia memberi pujian bagi siswa atau teman yang layak memberikan pujian. Seorang guru, menjadi pendengar yang baik, lautan luas bisa menampung curhatan para murid dan orang tua dan pastikan bukan pembocor rahasia murid atau orangtua. 

LANGKAH MENJADI PEMIMPIN
Menerima, Menerima kenyataan bahwa setiap individu adalah pemimpin.
Menetapkan, Setiap guru menetapkan tidak cukup menjadi sekedar pemimpin tetapi menjadi nilai lebih.
Mengubah, Mengubah pola pikir, mengubah potensi diri, menambah potensi diri, mengubah pemahaman tntang orang lain.
Menginspirasi, Sebagai pemimpin, guru mampu menginspirasi orang lain (Anggota kelompok). Agar bisa menginspirasi, seorang pemimpin harus banyak-banyak membaca buku, bertanya kepada orang yang sudah dianggap berhasil dalam kepemimpinan juga kepada anggkota kelompok. Benar sekali : Ing Madya Mbangun Karso: seorang guru berarti menginspirasi murid-muridnya.
Memotivasi, seseorang yang sudah mau dan mampu mengubah dirinya telah memiliki motivasi dalam dirinya sehingga mampu memotivasi orang lain seraya terus memotivasi dirinya sendiri.
Uji Coba , Evaluasi, dan Kritik. Guru harus berani melakukan percobaan, percobaan tersebut diawali dari diri sendiri. Harus mau dan mampu mengadakan evaluasi serta meminta kritik dan saran Setelah kritik dan saran diterima, lalu dirangkum kembali menjadi tindakan baru. 

Tips Sederhana :
·         SIAPKAN BAHAN AJAR DUA TIGA HARI SEBELUM MENGAJAR TOPIK
·         PIMPIN DIRI ANDA MENJADI PALING AWAL DIKELAS
·         JADIKAN DIRI ANDA SEBAGAI PELAWAK AGAR TIDAK MEMBOSANKAN BELAJAR BAGI SISWA

3    3.  PROSES DIFUSI, INOVASI PENDIDIKAN

Terutama dalam hal berinovasi, tentu saja kita sebagai mahasiswa membutuhkan ide atau gagasan serta pemikiran yang sangat jernih berfikir melangkah ke depan, Untuk menghadapi dunia yang semakin maju, kita harus cerdas, kita harus bisa beradaptasi dengan perkembangan zaman. Dalam hati gigih ingin menciptakan sesuatu yang belum ada dan akan mempunyai nilai manfaat di masa  yang akan datang. Merencanakan Masa Depan yang Cemerlang. Untuk merencanakan masa depan yang lebih baik, kita harus melakukan aksi nyata , mempunyai passion  harus dimanfaatkan sebaik mungkin.



Sumber :Sendjaja, Djuarsa. 2008. Pengantar Ilmu Komunikasi Edisi 2. Tangerang Selatan: Universitas Terbuka.
Silaban, Sabam. 2015. Guru di Atas Garis. Yogyakarta.:Scrritto Books Publisher.






Tidak ada komentar:

Posting Komentar

"MEMBONGKAR RAHASIA MERAIH BEASISWA LPDP"

RESUME KEGIATAN SEMINAR NASIONAL TALK SHOW BEASISWA LPDP   Gambar 1. Saat Kegiatan Talk Show berlangsung   Gambar 2. Salah satu A...