Sebagai mahasiswa jurusan
pendidikan masyarakat, setelah mempelajari mata kuliah komunikasi sosial, tentu
saja bukan sekedar mencatat ataupun menyimak ketika dosen menerangkan materi
komunikasi sosial saja , tetapi tugas dari mahasiswa yang paling penting dalam
memahami mata kuliah ini adalah bagaimana upaya yang harus dilakukan mahasiswa
untuk mengaplikasikan mata kuliah komunikasi sosial ke dalam kehidupan
sehari-hari yang sesungguhnya.
Untuk bisa mengoptimalkan
penyajian komunikasi kepada masyarakat, ada hal hal yang harus di perhatikan
terlebih dahulu, yaitu :
Bentuk dan Teknik Penyajian Pesan
A.
Struktur Pesan
Struktur pesan menunjuk pada pengorganisasian elemen-elemen pokok dari
pesan. Dalam hal ini sedikitnya ada tiga hal yang perlu diperhatikan dalam
pengaturan struktur pesan yakni; message
sidedness (sisi pesan), order of presentation (urutan penyajian), dan conclusion drawing (penarikan
kesimpulan).
1.
Message Sidedness (Sisi Pesan)
Sebagai contoh, uraian tentang alat kontrasepsi kb (misalnya iud) yang
dimuat dalam sebuah brosur, bersifat “satu sisi” apabila isinya hanya
menjelaskan tentang manfaat dan kelebihan dari alat kontrasepsi , tetapi
apabila dalam brosur dijelaskan juga tentang efek samping yang ditimbulkan yang
akan dialami oleh pemakai alat kontrasepsi, maka isi pesan tersebut yang
disampaikan bersifat “dua sisi”
2.
Order Of
Presentation (Urutan Penyajian)
Ada dua macam penyajian pesan menurut: climax versus anticlimax order, dan
recencyand primary model.
Climax versus Anticlimax order berkaitan dengan teknik penyajian pesan yang
bersifat satu sisi (one sided). Model
climax order menunjuk pada cara penyusunan pesan dimana argumen terpenting dari
isi pesan di tempatkan di akhir. Kalau di awal di sebut anticlimax order sementara kalau di tengah-tengah disebut piramidal order. Penggunaan ketiga macam order tergantung dari kondisi khalayak
sasaran. Beberapa studi menunjukkan
bahwa model primary order lebih tepat
diterapkan bagi isu-isu yang “kontoversial” atau “populer” yang punya perhatian
tinggi. Sementara topik-topik yang tidak begitu populer bagi kelompok khalayak
sasaran yang diduga tidak punya kepentingan /perhatian model recency model dipandang lebih efektif.
3.
Drawing a
Conclusion (Penarikan Kesimpulan)
Isi penjelasan tentang ide yang dikomunikasikan secara langsung dan jelas
(eksplisit) dan juga dapat dilakukan secara tidak langsung (implisit).
Penarikan kesimpulan secara eksplisit cocok bagi sasaran berpendidikan rendah,
sedangkan bagi kelompok yang diduga pengetahuannya luas , maka implisit
dipandang lebih efektif.
B.
MESSAGE APPEALS (DAYA
TARIK PESAN)
Ada beberapa teknik penampilan yang dapat digunakan dalam penyusunan suatu
pesan mengenai ide. Teknik-teknik tersebut, antara lain adalah : fear, (threat)
appeals, amotional appeals, rational appeals, dan humor.
Fear (threat)
appeals, adalah penampilan pesan yang menonjolkan unsur ancaman yang menimbulkan
rasa takut. Misalnya kita akan merancang pesan tentang program KB, maka yang
dapat kita tonjolkan adalah mengenai gambaran padatnya penduduk, susahnya
mencari pekerjaan, kesulitan ekonomi keluarga, banyak ibu-ibu yang meninggal
sehabis melahirkan.
Emotional appeals memberikan
penekanan hal-hal yang bersifat emosional. Dalam upaya memberi gambaran tentang
keindahan, kesedihn, kasih sayang, cinta, seksual. Yang ditonjolkan disini
adalah gambaran peristiwa yang sebenarnya. Misalnya dalam Program KB, yang kita
tonjolkan adalah penjelasan bahwa dengan sedikit anak, maka tidak terlalu berat
biaya ekonomi keluarga.
Humor Appeals, Sifat humor dapat
disajikan dalam bentuk kata-kata, kalimat-kalimat, gambar-gambar, (gambar
karikatur, gambar/foto, tokoh pelawak terkenal)
Fear appeals, dipandang tepat
bagi kelompok sasaran yang tidak punya pengetahuan cukup mengenai pesan yang
dikomunikasikan. Lebih tepatnya mengenai cara-cara menghindari suatu ancaman
atau bahaya.
Emotional appeals lazimnya lebih
tepat ditujukan bagi kelompok yang mempunyai tingkat ilmu pengetahuan yang
lebih tinggi.
Humor Appeals
dipandang cukup efektif dalam menarik perhatian dan ingatan (rectal) .
Sumber :Sendjaja, Djuarsa. 2008. Pengantar Ilmu Komunikasi Edisi 2.
Tangerang Selatan: Universitas Terbuka.
Tips Sederhana
·
USAHAKAN KETIKA
BERKOMUNIKASI DAPAT MEYAKINKAN KOMUNIKAN
·
BERIKAN ANCAMAN
MELALUI KATA-KATA YANG TERSUSUSN RAPI
·
BERIKAN PENEKANAN
DALAM SETIAP KATA, JELAS, TRANSPARAN, TEPAT SASARAN.
·
JADILAH KOMUNIKATOR
YANG HUMORIS
2 2. KEPEMIMPINAN PENDIDIKAN MASYARAKAT
Sebagai Calon Guru, Harus Siap Menjadi Pemimpin.
“Kepemimpinan
adalah gabungan unsur-unsur kecerdasan, sifat amanah (dapat dipercaya), rasa
kemanusiaan, keberanian , serta disiplin” –Sun Tzu
LAHIR
SEBAGAI PEMIMPIN
Ada pandangan yang menyatakan
bahwa pemimpin itu sudah disiapkan sejak dari kandungan. Alesan pertama, banyak
pemimpin berasal dari keluarga biasa (Arti: tidak keturunan pemimpin besar).
Namun sebuah penelitian tentang leadership mengungkapkan bahwa 60% pemimpin itu
dilahirkan dan 40% diciptakan. Kedua, Setiap individu adalah pemimpin, jika
tidak menjadi pemimpin satu bangsa, dia minimal bisa memimpin dirinya sendiri. Ketiga,
sejak kita belum menjadi manusia dalam proses perpaduan antara sperma dan sel
telur telah terjadi persaingan. Sekitar 27 juta sel sperma memperebutkan satu
sel telur milik ibu kita dan pemenangnya hanya satu sel sperma. Jadi Saya,
kamu, dia, kalian, mereka adalah pemimpin.
KARAKTER
PEMIMPIN
Sebagai calon guru, kita harus benar-benar menyadari
bahwa kita adalah seorang pemimpin, kita harus menyadari secara total dan
menerima dan menghargai itu, Ada beberapa karakter yang harus ada di dalam diri
seorang pemimpin.
Tentang
Waktu Mengapa
masih ada guru yang terlambat tiba disekolah? Mengapa ada juga guru yang selalu
datang tepat waktu? Mengapa ada guru yang selalub detik terakhir mengumpulkan
RPP, Soal ujian, dan kewajiban lainnya?
Tentu jawabannya karena kurangnya kesadaran guru sebagai pemimpin. Sebagai
seorang pemimpin penepatan waktu adalah segalanya. Sebelum bel berbunyi, sudah
standby menuju kelas. Sudah dalam keadaan rapi dan siap-siap. Datang
lebih Awal, Pulang Lebih Belakangan. Guru harus lebih ketat soal
prinsip ini.
Tentang
Kesiapan, seringkali ada guru yang ketika di perintah mengisi ruang kosong atau
menggantikan posisi guru lain ada kata “ Tidak ada persiapan, “Terlalu
mendadak” “Belum menguasai topiknya”. Kutipan tersebut merupakan contoh guru
yang memilki karakter kurang kesiapan. Pemimpin harus dan harus mampu bekerja
dalam berbagai situasi, dia jarang mengeluh bahkan berusaha untuk tidak
mengeluh. Hal yang paling penting
adalah kemauan. Mau itu berarti siap.
Tentang
Aktivitas Sebagai pemimpin, guru tidak boleh
terlalu banyak menunggu tetapi menciptakan aksi, Artinya selalu proaktif,
menceburkan diri dan berupaya akurat dalam penentuan waktu.
Tentang
Ucapan Pemimpin apapun, dimanapun harus lembut dan tegas. Seorang guru, dia marah
pada saat yang tepat, dan bermanfaat. Dia memberi pujian bagi siswa atau teman
yang layak memberikan pujian. Seorang guru, menjadi pendengar yang baik, lautan
luas bisa menampung curhatan para murid dan orang tua dan pastikan bukan
pembocor rahasia murid atau orangtua.
LANGKAH
MENJADI PEMIMPIN
Menerima,
Menerima
kenyataan bahwa setiap individu adalah pemimpin.
Menetapkan,
Setiap
guru menetapkan tidak cukup menjadi sekedar pemimpin tetapi menjadi nilai
lebih.
Mengubah,
Mengubah
pola pikir, mengubah potensi diri, menambah potensi diri, mengubah pemahaman
tntang orang lain.
Menginspirasi, Sebagai pemimpin,
guru mampu menginspirasi orang lain (Anggota kelompok). Agar bisa
menginspirasi, seorang pemimpin harus banyak-banyak membaca buku, bertanya
kepada orang yang sudah dianggap berhasil dalam kepemimpinan juga kepada
anggkota kelompok. Benar sekali : Ing Madya Mbangun Karso: seorang guru berarti
menginspirasi murid-muridnya.
Memotivasi,
seseorang
yang sudah mau dan mampu mengubah dirinya telah memiliki motivasi dalam dirinya
sehingga mampu memotivasi orang lain seraya terus memotivasi dirinya sendiri.
Uji
Coba , Evaluasi, dan Kritik. Guru harus berani melakukan percobaan, percobaan tersebut
diawali dari diri sendiri. Harus mau dan mampu mengadakan evaluasi serta
meminta kritik dan saran Setelah kritik dan saran diterima, lalu dirangkum
kembali menjadi tindakan baru.
Tips
Sederhana :
·
SIAPKAN BAHAN AJAR
DUA TIGA HARI SEBELUM MENGAJAR TOPIK
·
PIMPIN DIRI ANDA
MENJADI PALING AWAL DIKELAS
·
JADIKAN DIRI ANDA
SEBAGAI PELAWAK AGAR TIDAK MEMBOSANKAN BELAJAR BAGI SISWA
3 3. PROSES DIFUSI, INOVASI PENDIDIKAN
Terutama dalam hal berinovasi,
tentu saja kita sebagai mahasiswa membutuhkan ide atau gagasan serta pemikiran
yang sangat jernih berfikir melangkah ke depan, Untuk menghadapi dunia yang
semakin maju, kita harus cerdas, kita harus bisa beradaptasi dengan
perkembangan zaman. Dalam hati gigih ingin menciptakan sesuatu yang belum ada
dan akan mempunyai nilai manfaat di masa
yang akan datang. Merencanakan Masa Depan yang Cemerlang. Untuk
merencanakan masa depan yang lebih baik, kita harus melakukan aksi nyata ,
mempunyai passion harus dimanfaatkan
sebaik mungkin.
Sumber :Sendjaja, Djuarsa. 2008. Pengantar Ilmu Komunikasi Edisi 2.
Tangerang Selatan: Universitas Terbuka.
Silaban, Sabam. 2015. Guru di Atas Garis. Yogyakarta.:Scrritto Books
Publisher.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar