Minggu, 17 November 2019

MENGENAL BEBERAPA MATAKULIAH PENDIDIKAN MASYARAKAT

KOMUNIKASI SOSIAL

Pengertian Komunikasi
Komunikasi adalah suatu proses penyampaian informasi berupa pesan dari komunikator kepada komunikan akan menghasilkan feed back atau umpan balik, baik itu positif maupun negatif. Tujuan dasar kita berkomunikasi adalah untuk mengendalikan lingkungan hidup. Thomas  M Scheidel mengemukakan bahwa kita berkomunikasi terutama untuk menyatakan dan mendukung identitas diri, untuk membangun kontak sosial dengan orang lain untuk merasa berfikir atau berperilaku seperti yang kita inginkan.

Jenis Komunikasi
Pertemuan
Rapat-rapat
Penataran
Kampanye
Pendidikan

Media (Media Masa)
Koran
Pamplet
Radio
Televisi
Iklan

Nirmasa
Telepon
 Handphone
 Internet

Model Komunikasi
Source : Sumber (Komunikator)
Majalah
Pemuka Pendapat
Change
Agent
Instruktur
Message : Pesan inovasi
Channel : Saluran (Media Interpersonal)
Receiver :  Penerima (Komunikan)
Audience
 Anggota Sistem Sosial
 Adopter

Effect: Akibat ( Konsekuensi)
Perubahan
  (Terima tolak)

Contex : Keadaan
(Fisik)
Psikis
Emosi
Sosial
Ekonomi

Fungsi-Fungsi Komunikasi
Komunikasi Sosial
Sebagai komunikasi sosial mengisyaratkan bahwa komunikasi itu penting untuk membangun konsep diri kita. Aktualisasi diri untuk kelangsungan hidup, untuk memperoleh kebahagiaan terhindar dari tekanan dan tegangan antara lain lewat komunikasi yang bersifat menghibur, dan memupuk hubungan dengan orang lain.

Pembentuk Konsep Diri
Konsep diri adalah pandangan kita mengenai siapa diri kita, dan itu hanya bisa kita peroleh lewat informasi yang di berikan orang lain kepada kita.
Konsep diri kita yang paling penting adalah umumnya dipengaruhi oleh keluarga, dan orang-orang dekat lainnya. Mereka itulah yang disebut significant other.

Komunikasi Ritual
Erat kaitannya dengan komunikasi ekspresif adalah komunikasi ritual yang biasanya dilakukan secara kolektif. Suatu komunitas sering melakukan upacara-upacara berlainan sepanjang tahun dan sepanjang hidup,  yang disebut para antropologi. Mulai dari upacara kelahiran, khitanan, Ulangtahun (Tiup lilin, Memotong kue ) pertunangan (Pertukaran cin-cin) Penikahan ( Ijab Kobul, sungkeman, Sawer), Sholat kaum muslimin yang menghadap ke Ka’bah, dalam berhaji mengenakan baju berwarna putih.

Fungsi Instrumental
Fungsi Instrumental mempunyai beberapa tujuan umum : Menginformasikan, mengajar, mendorong, mengubah sikap dan keyakinan.
Sebagai instrument, komunikasi tidak saja kita gunakan untuk menciptakan dan membangun hubungan, tetapi bisa saja menghancurkan hubungan tersebut. Komunikasi ibarat pisau, kalau bijak dalam penggunaannya maka akan sangat berguna dalam kehidupan kita, apabila sebaliknya, jika kurang bijak dalam menggunakannya, maka akan mencelakai kehidupan kita sendiri. Adanya komunikasi adalah, mencapai tujuan-tujuan pribadi dan pekerjaan baik tujuan jangka panjang maupun tujuan jangka pendek. Tujuan jangka panjang dapat diraih lewat keahlian komunikasi, misalnya keahlian berpidato, berunding, berbahasa asing, dll. Sedangkan tujuan jangka pendek misalnya untuk memperoleh pujian, menumbuhkan kesan baik, memperoleh simpati, empati, keuntunganmaterial, ekonomi, politik.


KEPEMIMPINAN PENDIDIKAN MASYARAKAT

Kepemimpinan Pendidikan Masyarakat terdiri dari 3 cakupan  kata :
Pemimpin : yang artinya Orang, Seseorang yang paling tinggi posisinya
Pimpinan : Orang , atau kumpulan para pemimpin
Kepemimpinan : Gaya memimpin, sifat memimpin, macam memimpin
       Kepemimpinan adalah kemampuan yang dimiliki oleh seseorang untuk dapat mempengaruhi, mendorong, mengajak, menuntun, menggerakkan, mengarahkan, dan kalau perlu memaksa, orang atau kelompok agar menerima pengaruh, untuk mencapai tujuan yang telah di tetapkan.  Kepemimpinan pendidikan adalah kemampuan untuk mempengaruhi,membimbing, mengkoordinasi, dan menggerakkan orang lain yang ada hubungannya dengan pengembangan ilmu pendidikan dan pelaksanaan pendidikan agar kegiatan yang dijalanka n dapat dilaksanakan dengan baik.
      Kepemimpinan Pendidikan Masyarakat
      Kepemimpinan di berbagai lini atau jenis, kelompok  formal maupun nonformal. Kepemimpinan Formal: Dirjen , Direktur, Kepala bidang, Kepala Seksi, Penilik PKBM, Penilik latihan, Pembina, Kursus. Kepemimpinan Non Formal : Tokoh , pemuka agama, orangtua, ketua adat, ulama, kuncen, “Jika kita mempunyai keinginan yang kuat dari dalam hati, maka seluruh alam semesta akan bahu membahu mewujudkannya” Kepemimpinan adalah sebuah proses yang terdiri dari masukan (dan input), Proses,  dan luaran (output) masukan terdiri dari hubungan antara pemimpin , pengikut,  visi dan misi,  budaya organisasi, dsb. Proses terdiri dari hubungan antara pemimpin dengan pengikut, manajemen, upaya memberdayakan pengikut dan luaran terdiri dari : terjadi perubahan . visi tercapai, kehidupan lebih baik.
Macam –Macam   Kepemimpinan

Kepemimpinan Karismatik
      Kepemimpinan karismatik yang dimiliki seorang pemimpin ini adalah kemampuan lebih untuk menarik orang dan orang tersebut terspesona dengan cara bicaranya termasuk ampu membangkitkan emangat dan motivasi , biasanya pemimpin yang memilki gaya ini punya kepribadian idealis dan visionarisiman, dimana menyukai perubahan dan tantangan .
Kepemimipinan Visioner
       (Melihat ke depan) Kepemimpinan visioner merupakan kepemimpinan yang memberikan arti pada usaha yang di bermakna atau kerja keras berdasarkan visi yang jelas. Pemimpin memiliki kompetensi tertentu dan memiliki dan memilki kompetensi kunci seperti berikut, pemimpin memilki kemampuan berkomunikasi efektif dengan karyawan dalam organisasi, pemimpin memahami lingkungan luar dan memiliki kemampuan bereaksi secara tepat atas segala ancaman dan peluang, pemimpin memegang peran penting dalam membentuk prosedur,
Produk dan jasa.
Kepemimpinan Moralis
       Kepemimpinan moralis cenerung menitikberatkan pada kesopanan, empati pada orang lain lebih tinggi perhatian pada bawahan ya. Model ini ng lebih tinggi lebih sabar, dan murah hati. Segala bentuk kebaikan ada dalam sosok pemimpin yang seperti ini.
Kepemimpinan Asertif
      Gaya kepemimpinan asertif, cenderung memfokuskan perhatian pada individu tertentu dari pada tipe  kepemimipinan yang lain. Pemimpin tipe asertif lebih suka terbuka terhadap adanya kritik dan konflik. Pengambilan keputusan, tidak tergesa-tesa, tenang, bijak, objektif.
Kepemimpinan Entrepreneur
      Gaya kepemimpinan ini menaruh perhatian pada kekuasaan dan hasil akhir yang mengutamakan kebutuhan dan kerjasama. Model ini selalu mencari pesaing dan menargetkan hal dengan standart yang tinggidan juga perencanaan capaian yang jelas.
Kepemimpinan Situasional
      Kepemimpinan seorang pemimpin yang bergantung pada tingkat kesiapan para pengikutnya dan bisa berubah-ubah . Kepemimpinan yang efektif bergantung pada relevansi tugas dan semua pemimpin yang sukses adalah yang mampu beradaptasi pada gaya kepemimpinan tertentu yang tepat sesuai situasi yang ada.                           
Kepemimpinan Sebagai Proses dalam Sistem
Masukan Proses Luaran
Pemimpin                        1. Hubungan pemimpin dengan pengikut        1.  Efek pengikut
Pengikut                          2. Pemberdayaan pengikut                                2. Perubahan
Visi dan Misi                  3. Proses Perubahan                                           3. Visi berhasil
Budaya Orang                4 Manajemen                                                      4.  Hidup baik
Lingkungan Internasional
 Eksternal

Kepemimpinan dan Sistem Sosial
Krisis kepemimpinan Indonesia
Krisis kepemimpinan adalah suatu keadaan dimana seorang pemimpin sudah kurang dipercaya oleh pengikut.
(1). Pemimpin yang kuat
Bung Hatta, Jenderal Nasution, Sultan Hamengkubuwono ke IX
(2). Setelah era reformasi tidak lagi memiliki pemimpin yang kuat karena, : korupsi, kolusi, nepotisme, faktor seorang bisa melakukannya lagi.
Krisis Kepemimpinan Dunia
Terjadi krisis kepemimpinan dunia setelah berakhirnya perang dunia ke II
Pemimpin dunia yang kuat, yaitu : Bung Karno, Mahatma Gandi, Fraanklin D Resolvelt, Adolf Hitler, Stalin, John Kenendy

Penyebab terjadinya Krisis Kepemimpinan
Visi dan misi pemimpin tidak sesuai dengan harapan pengikutnya
Perilaku pemimpin menimbulkan penderitaan bagi warganya
Pemimpin terlalu lama sehingga berubah menjadi manajer.

PROSES DIFUSI INOVASI
Invention
Inovation
Difusion
Perubahan Sosial
Perubahan Struktur Sosial
Mobilitas Sosial
Taraf Hidup Meningkat
Invention : Penemuan Baru
Inovation : Kebaharuan, gagasan, perilaku, aturan yang di anggap baru
Difusi : Penyebaran, sosialisasi, diseminasi
Perubahan sosial : Perubahan masyarakat
Perubahan struktur sosial : Perubahan funsi dan peran sosial
Mobilitas vertikal : Perubahan ke atas
Taraf hidup meningkat
Komponen Difusi Inovasi
Inovasi
Komunikasi
Jangka Waktu
Sistem Sosial
Konsekuensi (Resiko)

Ciri-ciri Inovasi Pendidikan
Relatif Advantage (Derajat keuntungan relatif)
Compability (Derajat kesesuaian dengan nilai, pengalaman, kebutuhan, kepercayaan ) Ustadzah
Complexity (Tingkat kesukaran ) laptop / komputer
Triability (Kemungkinan Untuk dicoba ) Albiso
Observability (Penampakan hasil ) Albiso lebih tinggi hasil jualnya.

Proses Pengambilan Keputusan Inovasi
Tahap mengetahui atau mengenal (inovasi diperkenalkan)
Tahap persuasi/ pendirian (membentuk keputusan , suka / tidak suka
Keputusan (terima/tolak)
Tahap konfirmasi (pengukuhan , pembenaran.

Tahap Mengetahui / Mengenal pengetahuan dengan kebutuhan
Mencari pengetahuan
Mencocokkan pengetahuan dengan kebutuhan (pengetahuan dan kebutuhan seperti ayam sama telur, mana yang lebih dulu
Terjadi proses seleksi apakah inovasi sesuai dengan kebutuhan (Selective exposure) dan kepercayaan (selective perpection )
Ciri manusia inovatif : Lebih terdidik, status sosial lebih tinggi, memiliki banyak saluran komunikasi banyak partisipasi sosial, kosmopolit, (berpengetahuan luas)

Tahap persuasi
Pembentukan Sikap (Suka/tidak suka)
Apakah menguntungkan / merugikan
Mungkin terjadi KAP/GAP
(Kognitif, Afektif, Psikomotor)
GAP terjadi antara kognitif dan afektif “ Kenapa sering merokok?  kan merokok itu membunuhmu. “   “biarkan saja kan saya suka”
Ngerti tapi tidak melaksanakan
Sering melaksanakan tapi tidak ngerti
D. Komunikasi interpersonal lebih baik dalam persuasi
Kelompok homopolis akan lebih cepat untuk persuasi
Perkembangan sikap positif terhadap perubahan.

Tahap Keputusan

Perlu ada demonstrasi untuk mencoba
Keputusan terima/ tolak
Jenis penolakkan

(1). Tolak aktif (active rejection)
     Proses penolakan setelah menerima dan mencoba
Penolakkan pasif (Passive rejection ) Yaitu penolakkan tanpa pertimbangan  kegunaan.
Mungkin terjadi ketidakselarasan ( dissonansi ) antara sikap dan perilaku karena berbagai alasan percaya dan mengerti akan inovasi tapi tidak dilakukan karena mungkin ketersediaan / lainnya.
4.    Tahap Pelaksanaan
a. Mencocokkan antara pengetahuan dan kebutuhan
b. Mencari kekurangan dan kelebihan dari pengetahuan dan kebutuhan
c.  menganalisis sesuatu yang benar-benar dibutuhkan.
      5.    Tahap Konfirmasi
Mencari informasi tambahan
Mungkin menemukan informasi negatif dan kemudian menolak
Mungkin terjadi diskonnuitas, karena
Ada inovasi yang lebih baik
Kekecewaan karena berbagai sebab (kurang pengetahuan)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

"MEMBONGKAR RAHASIA MERAIH BEASISWA LPDP"

RESUME KEGIATAN SEMINAR NASIONAL TALK SHOW BEASISWA LPDP   Gambar 1. Saat Kegiatan Talk Show berlangsung   Gambar 2. Salah satu A...