A. Seminar Parenting.
Di Indonesia, pada akhir-akhir ini kasus LGBT semakin marak dimana-mana di seluruh wilayah negeri. Berbagai asumsi di lapisan masyarakat menuai konflik pro dan kontra. Tokoh masyarakat seperti Ketua desa, guru, ustadz/uztadzah yang lazim memberikan edukasi berbagai aspek mengenai tatanan kehidupan manusia yang baik dan benar, serta turut berpengaruh dalam upaya menangani kasus LGBT.
LGBT itu terjadi tidak memandang usia, tua muda sama saja bahkan sangat disayangkan sekali LGBT ada yang terjadi pada anak dibawah umur. Hal yang pertama dan yang paling utama yang harus diperhatikan ialah dimulai dari keluarga, terutama peran orang tua memberikan edukasi dan dedikasi kepada anak dimulai sejak dini, hal ini sangat disarankan untuk para orangtua mengikuti seminar parenting sebagai bentuk upaya mencegah terjadinya perilaku menyimpang dari agama, hukum , adat, moral , sosial dan salah satunya adalah perilaku menyimpang LGBT. Karena kita lebih baik mencegah daripada mengobati.
Apa saja yang akan dibahas di seminar parenting mengenai bagaimana menjadi orang tua yang baik dan bijak dalam memberikan pendidikan dan bimbingan kepada anak lebih rincinya sebagai berikut :
1.Selalu bersedia meluangkan waktu khusus untuk keluarga ( Quality Family time ). Sesibuk apapun pekerjaan orang tua tetap keluarga harus diutamakan, contohnya saja bisa seperti berlibur bersama keluarga di waktu weekend, menonton tv di ruang tamu bersama-sama, makan bersama. Karena anak pada dasar nya sangat membutuhkan perhatian dari orang tua, terutama dari segi menu makanannya, dari segi pakaiannya, dari segi kesukaannya (hobi) bahkan dari keluh kesahanya ketika anak sedang mempunyai masalah tersendiri nah disinilah peran orang tua siap untuk mendengarkan, menjadi sosok sahabat yang siap menampung semua curhatannya, memberikan motivasi dan saran bagaimana caranya menghadapi masalah tersebut, sehingga anak merasa aman dan terlindungi dan tidak perlu meminta perhatian dari pihak lain apalagi dilingkungan yang tidak jelas.
2. Batasi penggunaan gadget yang berlebihan dan memfilterisasi mana hal-hal yang berkonten negatif dan mana hal-hal yang berkonten positif.
Awasi anak ketika sedang menggunakan gadget jangan berikan celah sedikitpun untuk anak membuka situs-situs yang berkonten negatif, blokir semua link-link web site yang mencurigakan agar tidak dibuka oleh si anak. Kalaupun sudah terlanjur berikan pengarahan dan pengertian supaya tidak meniru hal tersebut dan berikan contoh sebab akibatnya jika melakukan perilaku-perilaku menyimpang.
3. Perhatikan Pergaulan anak ketika diluar lingkungan rumah dan sekolah.
Pengaruh lingkungan adalah faktor terbesar yang mempengaruhi pembentukan karakter setelah keluarga, sebagai orangtua yang bijak yang sangat peduli dengan karakter anak sepatutnya orangtua tersebut melakukan pengintaian baik secara terbuka maupun diam-diam. Misalnya pengintaian secara terbuka contohnya seperti: setelah anak pulang dari sekolah ikuti ia dari belakang kemana arah tujuannya setelah pulang, bertemu dengan teman-teman yang seperti apa yang jelas asal-usulnya, selidiki lagi lebih jauh dengan cara mengecek media sosial di handphone anak , cek group apa saja yang ia ikuti, personal chat dengan siapa saja.
B. Rehabilitasi Kelainan Orientasi Sexual ( Gay-Lesbian)
Turut berkontribusi dengan salah satu program rehabilitasi kelainan sexsual yaitu Abu Albani Centre yang bertempat di Jl. Botani No. 183 Duren sawit, Jakarta Timur. Program ini menggunakan metode pendekatan persuasif-Psikologis Ruqyah Syariah-Qur’an Healing Exorcim, terapi dengan mendengarkn bacaan ayat al-Qur’an untuk menstimulasi impuls syaraf otak secara stimultan selain itu ruqyah dapat menyembuhkan dan gangguan jin.
Rehabilitasi Mental dan Pembentukan Karakter dengan menggunakan hipno terapi memperbaiki visi dan psikologi melalui alam bawah sadar, pendekatan spiritual keagamaan serta pemahman aqidah dan syariah yang benar. Stimulasi dengan olahraga fisik dan kedisiplinan. Pengobaran Thibbun Nabawi – Memperbaiki fungsi organ tubuh. Pembimingan pengetahuan program wirausaha dan kemandirian. Rehabilitasi psikologi ini harus dilakukan secara rutin dan intensif dan memakan waktu antara 2-3 bulan dan peserta menjalani rawat inap untuk mempermudah pengawasan dan penilaian keberhasilan.
C. Penyuluhan Dampak LGBT Bagi Kesehatan
Untuk mencegah dan mengatasi perilaku LGBT di lapisan masyarakat semakin meluas, harus banyak melakukan penyuluhan di berbagai wilayah Indonesia tentang bahaya LGBT.
Adapun materi pembahasan yang akan dipaparkan kepada masyarakat adalah dengan menjelaskan tentang resiko penyakit yang akan ditimbulkan apabila melakukan perilaku menyimpang LGBT diantaranya adalah :
Meningitis
Meningitis adalah infeksi pada lapisan urat syaraf tulang punggung dan otak. Meningitis dapat disebabkan oleh berbagai jenis infeksi. Penyakit ini dapat menyebabkan koma dan kematian. Meningitis adalah penyakit paling umum yang disebabkan oleh kriptokokus. Kriptokokus dapat menginfeksi kulit, paru-paru dan bagian tubuh lain. Resiko infeksi ini paling tinggi jika jumlah CD4 di bawah 50. Menigitis kriptokokus adalah salahsatu infeksi opportunistik. Tanda utama meningitis termasuk demam, kelelahan, leher pegal, sakit kepala, mual, muntah, kebingungan,penglihatan kabur dan kepekaan terhadap cahaya terang kurang. Gejala ini muncul secara perlahan. Sakit kepala sering dialami pada bagian depan kepala dan tidak mampu diredakan oleh parasetamol.
HIV AIDS
AIDS ( Asquired Immunodificiency Syndrom ) suatu kumpulan gelaja penyakit yang disebabkan oleh retrovirua, yaitu virus HIV yang menyerang sistem kekebalan atau pertahanan tubuh. Dengan rusaknya sistem kekebalan tubuh, maka orang yang terinfeksi mudah diserang penyakit-penyakit lain yang berakibat fatal, yang dikenal dengan infeksi opottunistik. Hal ini yang menyebabkan penyakit AIDS merupakan penyakit yang sangat mematikan.
Masa penderita AIDS, sindrom akan muncul 5-10 tahun setelah seseorang terinfeksi HIV. Berdasarkan hal tersebut, maka penderita AIDS di masyarakat di golongkan ke dalam dua kategori, yaitu: Penderita yang mengidap HIV dan telah menunjukan gejala klinis (penderita AIDS positif) Penderita yang mengidap HIV, tetapi belum menunjukan gejala klinis (penderita AIDS negatif)
Cara Penularan HIV/AIDS
Secara umum, terdapat lima faktor yanh perlu di perhatikan pada penularan suatu penyakit yaitu sumber infeksi, pembawa agen, atau manusia yang rentan penyakit. Virus HIV sampai saat ini terbukti hanya menyerang sel limbitmsit T dan sel otak. Virus HIV sangat lemah dan mudah mati di luar tubuh. Pembawa agen yang dapat membawa virus HIV keluar tubuh dan menularkan kepada orang lain adalah berbagai cairan tubuh. Cairan tubuh yang terbukti menularkan di antaranya semen, cairan vagina atau serviks, dan darah penderita.
Banyak cara diduga menjadi cara penularan virus HIV, namun hingga kini cara penularan HIV yang di ketahui adalah melalui dua cara :
Transmisi Seksual adalah Penularan melalui hubungan seksual, baik homoseksual maupun heteroseksual merupakan penularan infeksi HIV yang paling sering terjadi. Penularan ini berhubungan dengan semen dan cairan vagina atau serciks. Infeksi dapat ditularkan dari setiap pengidap infeksi HIV kepada pasangan seksnya.
Daftar Pustaka
Aziz Safrudin, (2017). Pendidikan Seks Perspektif Terapi Sufistik
Bagi LGBT.Kendal:CV Ahmad Jaya Group. Retrieved From https/books.google.co.id/books?id=mXI6DwAAQBAJ&dq=Lgbt&hl=id&sa=X&ed&=0ahUKEwjB36Ggw6HeAhUBbisKHYDkBzYQ6AEIJTAC#v=onepage&q=Lgbt&f=false.
.Yayasan Spiritia. Lembaran Informasi Tentang HIV dan aids untuk
orang yang hidup dengan HIV.Rerieved From : https://books.google.co.id/books?id=TazYBQAAQBAJ&pg=PT322&dq=Meningitis+adalah&hl=id&sa=X&ved=0ahUKEwilrsSuk6beAhUHN48KHSo5CGAQA6AEINjAF#v=onepage&q=Meningitis%20adalah&f=false.
Bahri,Saiful.(2016).Save Children from LGBT dalam Seminar
Parenting “Deteksi Dini pada Orientasi Seksual” (online). Tersedia :https://www.google.co.id/amp/s/www.dakwatuna.com/2016/11/08/83415/save-children-from-lgbt-seminar-parenting-deteksi-dini-orientasi-sexual. [ 25 Oktober 2018 ]
Redaksi01.(2018). Penyuluhan Bahaya LGBT Harus Siap. (online).
Tersediahttps://www.google.co.id/amp/s/radardepok.com/2018/01penyuluhan-bahaya-lgbt-harus-serius/amp/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar