Lingkungan keluarga sebagai lembaga pendidikan informal bagi anak, merupakan lingkungan pertama dan utama. Karena anak ia akan mendapat berbagai macam ilmu dari orang tuanya terlebih dahulu.Yang akan saya bahas kali ini adalah bagaimana cara nya menjadikan keluarga sebagai tempat belajar yang menyenagkan, berbicara soal keluarga, tentu sangat erat kaitannya dengan prinsip, tugas, serta peran khususnya orang tua dalpat melaksanakan tugas sebagai orang tua yaitu sebagai pendidik bagi anak yang cerdas terlahir dan bagaimana lingkungan keluarganya meningkatkan kecerdasan bagi anak, seperti contoh sederhananya adalah kegiatan mengenal warna, bermain , menghitung angka, mengenal huruf, atau kegiatan kegiatan berayun, melempar, menendang, menggambar, mewarnai, orang tua memfasilitasi dan berperan aktif sesuai dengan kebutuhan anak dalam mengembangkan potensinya.
Bagaimana sebagai orang tua menciptakan suasana belajar di rumah yang menyenangkan?
Dampingi anak ketika sudah mulai bicara mengucapkan “mama, papa, “ Pancing anak untuk bercerita secara sederhana “ini apa?” “siapa nama kamu?”
Gambar. Ilustrasi Orang tua melakukan pendekatan komunikasi dengan Anak.
Ayah Bunda, Biasakan untuk membacakan Dongeng pada Anak Sebelum Tidur, hal ini akan meingkatkan daya imajinasi , dan kemampuan matorik halusnya akan berkembang dengan baik, belajar menilai sesuatu, belajar menyikapi keadaan , belajar melihat sisi baik dan buruk dari sesuatu yang ia perhatikan.
Gambar. Ilustrasi orang tua sedang mendongeng
Bila anak merasa bosan di rumah, cobalah ayah bunda ajak anak anda untuk pergi jalan jalan sejenak, ke tempat yang penuh dedikasi dan Ayah bunda harus siap mengatur jadwal khusus. Belajar secara realita dilapangan, seperti pergi jalan-jalan berkunjung ke Taman pintar, kebun binatang atau pasar.
Gambar 1. Keluarga Berkunjung ke Kebun Binatang
Gambar 2. Keluarga Berkunjung ke Museum
Gambar 3. Berkunjung ke Pasar
Menciptakan sapa senyum di dalam keluarga. Serta biasakan menggunakan kata-kata positif di dalam rumah.
Jangan takut mengatakan “iya boleh” pada anak selagi itu tidak membahayakan anak, dan tetap harus dalam pengawasan orang tua. Contoh: Seorang anak senang bermain tanah pasir, jangan takut anak jadi kotor, tapi katakan “ iya boleh, hati-hati tanah nya kena mata kamu nak” kata-kata seperti itu bukan melarang anak, tetapi lebih menekankan akan supaya lebih berhati-hati ketika sedang bermain tanah pasir.
Manfaat dari bermain tanah pasir akan akan berimajinasi sesuai keinginannya, menciptakan bentuk kerajaan, rumah-rumahan, rumah sakit dsb. Anak akan mengobrol sendiri, seakan mengerti sendiri apa yang terjadi di tentang bangunan tersebut terbuat dari pasir yang telah anak bangun sendiri.
Gambar 1. Mendesain Tata Letak dan Penghuni Rumah-rumahan
Gambar 2. Berani Kotor Itu Baik
Ayah , Bunda Cobalah Lakukan Test Sosial Eksperimen kepada anak secara sederhana. Agar kita sebagai orang tua bisa mengetahui apakah respon yang ditimbulkan anak terhadap sesuatu yang sedang terjadi, atau dihadapkan pada posisi yang sulit, itu akan melatih anak dalam mengambil keputusan sesuai apa yang dia kehendaki.
Sumber:
Kurniawan & Bunda Syikah. 2018.Cara Terbaik Mendidik Anak. Sidoarjo:Media Cerdas.










Tidak ada komentar:
Posting Komentar